Tampilkan postingan dengan label Berita Ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Ringan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2015

Masyarakat Berhak Mengetahui Informasi Pembangunan Sarpras Publik


KUDUS-Semua langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) merupakan untuk masyarakat. Baik itu untuk pelayanan secara langsung kepada masyarakat seperti pembuatan KTP/KK, dan berbagai izin lainnya, serta pembangunan fisik dan nonfisik. Pembangunan sarana prasarana (sarpas) fisik ini sangat besar manfaatnya bagi aktivitas perekonomian masyarakat.
Adanya akses transportasi berupa jalan dan jembatan akan memperlancar berputarnya roda perekonomian masyarakat. Namun demikian, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui informasi pembangunan tersebut beserta besaran anggarannya. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kudus H. Musthofa saat memberikan arahan pada rapat pimpinan di Ruang Rapat Lantai IV Gedung Setda, Senin (16/11).
Dalam arahannya tersebut, bupati meminta kepada para asisten sekretaris daerah (Sekda) bersama dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk turun ke lapangan. Tujuannya untuk mengetahui secara fisik pembangunan yang sedang berlangsung beserta administrasinya. Termasuk papan informasi mengenai pembangunan sarpras publik ini harus ada di lapangan.
”Saya persilakan masyarakat untuk mengetahui pembangunan yang ada. Yang ada jangan hanya gambar saja, tetap juga besaran anggaran yang digunakan,” kata bupati pada rapim yang dihadiri seluruh kepala SKPD, direktur perusahaan daerah, dan kepala desa itu.
Sehingga harapannya masyarakat bisa mengetahui penggunaan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang diperuntukkan bagi masyarakat. Termasuk bagi kepala desa harus tahu mengenai semua hal termasuk pembangunan fisik yang ada di desanya. Baik itu menggunakan dana desa, APBD kabupaten atau provinsi, atau bahkan APBN yang merupakan dana dari pemerintah pusat.
Karena adanya realisasi ini merupakan hasil dari perencanaan pembangunan yang setiap tahunnya dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Sehingga diharapkan pembangunan fisik ini bisa memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat. Melalui badan permusyaratan desa (BPD), masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya.
”Dalam pelaksanaannya (sarpras fisik, red) saya harapkan kades turut bisa mengawasi pelaksanaannya. Sehingga benar-benar sesuai rencana,” imbuhnya.
Sedangkan bagi SKPD yang melaksanakan program kegiatan fisik tersebut untuk tetap berkoordinasi dengan asisten sekda. Sehingga dalam pelaksanaannya sesuai perencanaan dan ketentuan, serta ketika proyek selesai dilaksanakan, segera bisa dilaporkan kepada bupati dan hasilnya bisa benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat

Penting bagi Pejabat dan Kepala Desa untuk Hidup Teratur dan Terencana dengan Baik

KUDUS-Jabatan merupakan amanah atau titipan yang sudah seharusnya dijaga dengan baik.
Tentunya dengan melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab terkait tugas pokok dan fungsinya sesuai jabatannya itu. Karena ada pertanggungjawaban secara kedinasan, tanggungjawab sosial kepada masyarakat, bahkan yang terpenting adalah tanggung jawab kepada Allah SWT.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Kudus H. Musthofa saat memberikan arahan kepada para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), direktur perusahaan daerah (perusda), dan kepala desa (kades) pada rapat pimpinan (rapim) di ruang rapat lantai IV Gedung Setda Kudus, Senin (16/11). Pada rapim itu, sebelumnya disampaikan paparan dari masing-masing asisten sekretaris daerah (sekda) mengenai kegiatan peneyelenggaraan pemerintahan termasuk di desa.
Dari paparan yang ada, masih ditemui beberapa kekurangan pada SKPD dan desa terkait pelaksanaan anggaran tahun 2015 ini. Termasuk diantaranya realisasi pencairan dana desa yang belum tuntas. Mengingat saat ini telah memasuki akhir tahun anggaran. Selain itu masih ada target program dan kegiatan dari SKPD yang belum bisa terealisasi sesuai harapan.
Untuk itu, bupati kembali menegaskan agar kepala SKPD dan kades agar bisa melaksanakan sesuai dengan target yang telah direncanakan. Sesuai prinsip 4T yang telah dicanangkannya untuk SKPD dan desa. Yaitu tepat aturan, tertib administrasi, tepat sasaran, dan tepat manfaat. Prinsip ini harus tetap dipegang sebagai pedoman pelaksanaan anggaran untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
”Lakukan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya. Karena jabatan ini merupakan amanah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata bupati pagi itu.
Lebih lanjut bupati mengingatkan kepada kepala SKPD dan kades agar bisa merencanakan tugas sesuai jadwal sebaik-baiknya. Selain itu, dirinya menambahkan bahwa penting bagi kepala SKPD dan kades untuk bisa membuat perencanaan yang baik dan hidup dengan teratur. Termasuk dengan mempersiapkan bekal diri ketika nantinya telah memasuki purna tugas. Karena jabatan ini hanya bersifat sementara dan pasti ada masa berakhirnya.
”Saya tidak ingin lagi mendengar ada pengalaman yang kurang baik para kades yang telah lalu terulang. Diantaranya terbelit masalah ekonomi atau bahkan masalah hukum,” pesannya.
Pesan ini menunjukkan rasa sayang seorang kepala daerah kepada para kades dan kepala SKPD semua. Karena cerminan wajah bupati ada ada perilaku dan kinerja pimpinan yang dimulai dari tingkat desa. Tidak mungkin ada sebuah kabupaten/daerah bisa maju tanpa dimulainya penataan desa dan pelayanannya dengan baik.
Seilaturahmi juga penting untuk mempererat persaudaraan. Antarkepala SKPD, kepala SKPD dengan kepala desa, atau bahkan yang tidak boleh terlewatkan adalah camat dengan kepala desa dan tokoh masyarakatnya. Silaturahmi ini sebagai wujud komunikasi dan koordinasi terkait semua hal yang terjadi untuk kemajuan bersama.
Di akhir arahannya, bupati mengajak untuk mengevaluasi kekurangan yang ada pada tahun ini sebagai bekal perbaikan pada tahun depan. Karena semuanya telah diupayakannya dengan seluruh jajaran SKPD pemkab Kudus dengan melibatkan seluruh desa/kelurahan. Harapannya tentunya memberikan yang terbaik bagi masyarakat untuk meraih peningkatan kesejahteraan.

Pastikan Bantuan dan Santunan Tanpa Potongan


Kudus-Santunan kematian merupakan alah satu program pro rakyat yang digagas Bupati Kudus H. Musthofa sejak kepemimpinannya di Kudus tahun 2008 silam. Tujuannya adalah untuk meringankan beban yang ditinggalkan bagi keluarga yang kurang mampu. Hingga kini santunan kematian tetap diberikan kepada masyarakat meski dengan mekanisme baru sesuai aturan yang ada.
Selain itu, bupati yang telah lebih tujuh tahun memimpin Kudus itu juga memiliki impian agar masyarakat Kudus memiliki tempat tinggal yang layak huni. Anggaran pemerintah daerah dialokasikan untuk pemberian bantuan rehab dan bedah rumah tidak layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun demikian, partisipasi masyarakat tetap dinanti untuk membantu saudara-saudaranya tersebut.
Bertempat di tiga lokasi berbeda, Bupati Kudus bersama sejumlah pejabat, camat, kepala desa, dan pihak Bank Jateng menyerahkan santunan kematian dan bedah rumah, Selasa (10/11). Jumlahnya adalah 1.209 untuk santunan kematian dan 123 unit rehab rumah. Untuk meninggal wajar seebsar Rp. 1 juta dan meninggal karena kecelakaan Rp. 2,5 juta. Sedangkan bedah rumah senilai Rp. 15 juta.
Bupati Kudus menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan waktu penyerahan santunan kematian dan bedah rumah ini. Hal ini bukan karena dirinya ingin mengulur-ulur waktu, namun Pemkab Kudus harus mengikuti mekanisme aturan yang ada pada proses penetapan APBD hingga pencairannya. Namun demikian dirinya tetap konsisten untuk memberikan yang telah dijanjikannya itu.
Orang nomor satu di Kudus tersebut menyatakan bahwa santunan kematian dan bantuan bedah rumah ini diterima oleh masyarakat secara utuh dan langsung bisa dicairkan. Oleh karenanya, dinas terkait bekerjasama dengan Bank Jateng yang akan mencairkan dari kas daerah. Dirinya tidak memperbolehkan ada pihak manapun yang mengaku membantu pencairan dengan harapan untuk memperoleh imbalan.
”Saya pastikan santunan ini tidak ada potongan satu sen pun. Dan monggo setelah menerima nanti bisa dihitung dulu sebelum dibawa pulang,” jelas bupati di hadapan ratusan warga.
Lebih lanjut bupati berharap bahwa santunan dan bantuan ini tidak hanya dilihat dari nominalnya saja. Tetapi lebih pada wujud perhatian pemkab untuk masyarakat dan semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Termasuk untuk bantuan bedah rumah, bupati berharap dapat digunakan sesuai peruntukannya, yaitu membenahi rumah tinggal.
”Saya mohon pak camat dan kepala desa untuk ikut mengarahkan. Dan harapan saya, para tetangga turut berpartisipasi membantu untuk bergotong-royong membantu saudara-saudara kita ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut bupati menyampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa berbagai program pro rakyat hendaknya benar-benar bisa dirasakan seluruh masyarakat. Termasuk pembebasan biaya pendidikan dan kesehatan merupakan dua bidang utama bagi kesejahteraan masyarakat. Bupati tidak ingin lagi mendengar keluhan masyarakat terkait hal ini.(RG)

Senin, 05 Oktober 2015

SIJAGO MERAH MELALAP RUMAH WARGA

Kudus-Kembali sijago merah melahap pemukiman warga di pedawang, kecamatan Kudus Kota. Kali ini sijago merah melahap gudang dan rumah milik Bambang di desa Pedawang rt3/3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus pada selasa, 06 Oktober 2015 pagi ini. Penyebab kebakaran di duga berasal dari salah satu pemilik rumah yang membakar sampah dan api nya menjalar ke gudang dan rumah. Dalam kebakaran ini tak menelan korban jiwa , 6 unit Damkar dan 1 unit Water Canon Polres kudus berada di lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman dan berhasil di padam kan 1jam kemudian


Minggu, 13 September 2015

Tips sederhana agar terlihat awet muda


Memiliki wajah cantik memang selalu menjadi dambaan semua wanita. sehingga banyak wanita yang ingin terlihat cantik dengan beberapa perawatan dari yang menggunakan bahan alami sampai menggunakan obat perawatan dengan biaya yang cukup mahal.
Hal yang paling terpenting dari perawatan wajah adalah menjaga kebersihan, karena dengan bersihnya wajah maka wajah akan terbebas dari beberapa macam penyakit kulit wajah seperti jerawat, komedo, dan kulit berminyak. Untuk menjaga wajah agar terus terlihat cantik, Kamu juga harus sering mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran, karena dalam buah dan sayur mengandung kebutuhan anti oksidan untuk wajah, dan jika kulit wajah kekurangan anti oksidan maka wajah akan terlihat keriput bahkan penuaan dini. lalu bagaimana agar wajah kita kencang dan awet muda secara alami.
meskipun Kamu sudah tua namun jika memiliki wajah kencang dan awet muda hidup terasa lebih percaya diri. untuk itu kami akan memberikan tips bagaimana cara agar wajah kencang dan awet muda secara alami. Simak tips awet muda degan wajah kencang secara alam sebagai berikut.